Definisi Pendidikan Karakter
Karakter adalah budi pekerti
plus. Plus apa ?
Spiritualita.
Yaitu kesadaran akan sesuatu
makna yang lebih tinggi (misalnya adanya
keimanan) sehingga performa
tingkahlakunya serba terpandu oleh cahaya yang mencerahkannya. [Wayne Perry]
Karakter harus dibangun
melalui pendidikan (baik formal, non-formal maupun informal) yang kaya dengan
nilai-nilai kebajikan dan yang menjunjung tinggi kemartabatan hidup berdasarkan
nilai-nilai kebijaka itu.
Butir-butir Budaya-Karakter-Bangsa
|
01
|
Religius
|
10
|
Semangat Kebangsaan
|
|
02
|
Jujur
|
11
|
Cinta Tanah Air
|
|
03
|
Toleransi
|
12
|
Menghargai Prestasi
|
|
04
|
Disiplin
|
13
|
Bersahabat/Komunikatif
|
|
05
|
Kerja Keras
|
14
|
Cinta Damai
|
|
06
|
Kreatif
|
15
|
Gemar Membaca
|
|
07
|
Mandiri
|
16
|
Peduli Sosial
|
|
08
|
Demokratis
|
17
|
Tanggung Jawab
|
|
09
|
Rasa Ingin Tahu
|
|
|
Pendidikan karakter adalah The only thing in the world not for sale is character (Antonin Scalia)
Pendidikan membangun kreativitas :
1.
Kemampuan
memikirkan hal-hal baru.
2.
Kemampuan untuk
melihat suatu masalah dari sudut pandang baru, mengembangkan gagasan baru untuk
memecahkan persoalan, kelenturan
berpikir, kemampuan berpikir lateral,
termasuk dalam lingkup kreativitas.
3.
Kemampuan
melihat yang tidak terlihat dan memikirkan yang terpikirkan orang lain adalah
dua ciri utama kreativitas
Pendidikan membangun kecakapan
memimpin diri sendiri
1.
Memimpin diri sendiri dengan visi
atau cita-cita hidup yang jelas.
2.
Memimpin diri sendiri
dengan memegang nilai-nilai atau prinsip-prinsip
hidup yang jelas .
3.
Memimpin diri sendiri agar tidak terjebak dalam sikap ‘tujuan
menghalalkan cara’
4.
Memimpin diri sendiri agar tidak tersesat dalam belantara
dan ‘huru-hara’ globalisasi.
Pendidikan membangun kecakapan
untuk tumbuh dan berkembang bersama orang lain dalam kebhinekaan
1.
Memandang kebhinekaan sebagai hal yang kodrati, dan
memanfaatkannya untuk menciptakan keunggulan.
2.
Berkembang dengan mentalitas berkelimpahan (abundance
mentality).
3.
Berkembang dengan memahami pentingnya hidup berbagi semakin berbagi akan semakin berkelimpahanlah orang itu.
4.
Agar keberhasilan kita tidak menjadi sumber penderitaan bagi
orang lain.
Pendidikan membangun kecakapan menanggapi perubahan
1.
Kecakapan memilih apa yang dipelajari, dan ‘belajar
bagaimana belajar’ (learn how to learn).
2.
Bersikap proaktif, bisa memilih
tingkah laku yang paling pantas dalam mencapai
cita-citanya.
3.
Terbuka terhadap kemungkinan baru, terbuka terhadap
pengetahuan baru.
Pendidikan
membangun kecakapan
untuk menciptakan nilai atau manfaat
1.
Memahami kebutuhan masyarakat.
2.
Peka melihat
peluang untuk melakukan kebaikan-kebaikan
bagi
kepentingan kemajuan kemanusiaan.
3.
Mencari peluang dan melakukan usaha-usaha
untuk dapat berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat.
4.
Mengembangkan
tata-nilai dan tata-laku normatif bagi pemeradaban masyarakat yang majemuk.
Pendidikan membangun karakter
- Karakter: Sifat khas, kualitas dan kekuatan moral pada seseorang atau kelompok.
- Karakter mencakup: integritas, kepercayaan-diri, kedewasaan, mentalitas-berkelimpahan (abundance mentality), kegigihan, dan semangat memperbarui diri, dan semangat untuk mencapai yang terbaik.
Masyarakat masa depan
Ciri-ciri masyarakat masa depan:
1.
Kualitas
seseorang tidak ditentukan oleh apa yang Anda
punya, tapi lebih ditentukan oleh ‘siapa anda’.
2.
Kesejahteraan
dan kebahagiaan akan lebih banyak tergantung pada modal maya yang dimiliki (modal
intelektual, modal sosial, modal etikal, modal
personal, seperti: iman, keteguhan,
kekayaan rohaniah dan sebagainya).
Kecenderungan
masa depan:
3.
Masyarakat akan
lebih terbuka menerima kebhinekaan sebagai hal yang kodrati dan
memanfaatkannya sebagai sumber
keunggulan.
4.
Masyarakat dituntut lebih terbuka
untuk belajar dari mana saja, bisa menghargai hal-hal yang positif yang
ada pada bangsa, masyarakat atau pun kelompok yang lain.
Masyarakat masa
depan cenderung berkembang menjadi:
5.
Masyarakat dengan ciri keseketikaan, yaitu semuanya bergerak dan berubah dengan cepat, semuanya
menjadi makin sementara.
6.
Masyarakat penuh dengan kebaruan yang
bersumber pada kreativitas dan daya inovasi manusia.
7.
Masyarakat menjadi serba berkompetisi dan berkooperasi secara global
dengan standard internasional.
Di masa masa depan:
8.
Masyarakat dituntut lebih dewasa dalam memecahkan perbedaan-perbedaan atau konflik dengan cara yang bermartabat, manusiawi dan tidak
mencari kambing hitam (victim mentality)
9.
Masyarakat dituntut lebih menghargai
kerja keras, menghargai prestasi, tanpa
mentalitas ‘makan siang gratis’ [shg kedudukan,
posisi atau status di masyarakat lebih didasarkan pada prestasi].
10.
Masyarakat dituntut bisa
menemukan keselarasan antara etika
universal dengan kearifan lokal.
Sumber : Modul BK ( Kurikulum Karakter )
diunggah oleh : Drs. Eni Widodo, S. Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar